Archive for the ‘Puisi’ Category

Nisbi karena kamu

hari ini apa yang kan kutulis ya??
ah..biasanya juga aku tak perduli
tangan ini menari nari saja di atas keyboard
entah mau menulis apa
yang jelas tangan ku tau harus mengetik apa
aku suka menulis disini
tak perlu sembunyi
menjaga wajah diri
atau menutupi isi hati
walau kadang aku terdiam
hanya menatap dan terdiam lagi
ingin menulis tapi seperti teredam
memutar otak meratapi imajinasi
jadi..
hari ini apa yang [...]

Continue reading »

Kupilih angin mauku

aku menyesal
masih bergunakah?
terserahlah..
aku juga bingung..
maksudku bukan menyakitimu
hanya aku tak mampu bilang iya padamu
maksudku bukan mengecewakanmu
hanya aku belum yakin akan perasaanku
aku mengerti kalau marah itu ada
kau juga tak salah biarkannya hadir diantara kita
aku tau maaf ini tak berguna
kau tak perlu menerimanya jika kau tak suka
sesal ini menggangguku
seolah tertawa meledekku
sedih ini menyapaku
seolah tau kekosongan dalam hatiku
aku diam [...]

Continue reading »

Lelah

hati ini lelah
jiwa ini hampa
rasa ini hilang
apa masih ada cinta?
“temani aku”
“telpon aku”
“sms aku”
“jemput aku”
“antarkan aku”
argghh…cukup…!
kau bilang aku tak pernah mengerti..
kau bilang aku egois..
kau bilang aku tak perduli..
tapi kau juga tak pernah pahami.
cinta ini punya kita berdua
bukan hanya milikmu saja
cinta ini kita yang tanam
bukan kau saja yang petik hasilnya
aku bukan robot
aku ini kekasihmu
aku bukan boneka
aku ini [...]

Continue reading »

(Masih) sisa cinta

”ini untukmu”
Kau bilang begitu..
Tapi ternyata tak hanya untukku
”aku cinta kamu”
Kau bilang begitu..
Tapi ternyata tak hanya padaku
Dustakah semua?
Kau bilang tidak
Aku rasa iya..
Lalu kenapa aku masih disini bersamamu?
Kau bilang karena cinta
Aku rasa aku sudah gila..
biarlah aku gila
asal aku punya cinta
aku toh membuat iri dunia
benar bukan begitu cinta
aku memang mau hanya kamu untukku
karena sampai saat ini rinduku hanya [...]

Continue reading »

Rindu kamu (lagi)

aku rindu kamu
aku rindu aku rindu
aku memang rindu
sekejap saja
kemarin kau bolehkan aku melihat kamu
sekilas saja mata ini
sejuk memandang kamu
sejenak saja
kurekam momen-momen itu agar abadi selalu kukenang
ketika kamu tersenyum semanis manisnya
dan dada ini berdegup kencang, hati ini rasanya meleleh
dari beban beban rasa yang selama ini berkecamuk antara
sakit-perih-kangen-rindu-kesal-sebal-sesal-suka-sayang
entah apa namanya
“mari kita minum..” ajakmu
— aku setuju —
“minuman apa [...]

Continue reading »

Dan begitu saja

dari sekian yang pergi
kamu begitu saja datang
aku hanya menyapa
kamu begitu saja hadir
aku hanya membukakan pintu
kamu menghidangkan warna pada sepi hatiku
aku terbiasa berteman angin
kamu menemaniku
aku tak meminta
kamu mau begitu saja maumu
jangan meminta banyak dariku
jangan meminta bintang dariku
jangan meminta bunga terindah dariku
namun jika memang teman hidupku
jangan pergi jangan pergi jangan pergi
meski hati ini menyimpan abadi selalu tentangmu
by [...]

Continue reading »

Kembali padaku

kamu yang datang dari masa lalu
yang dulu kukira hanya bunga
yang tlah luruh, tlah menjelma pada raga yang lain,
tlah terpetik menghias vas keindahan ruang – ruang entah dimana
.. sekarang kamu benar benar datang begitu saja
merupa raga yang kukenal, menipiskan senyum yang membuat waktuku terhenti
dan memang berhenti, seperti dulu janjiku padamu menyederhanakan waktu hanya
dengan diam dan memandang [...]

Continue reading »

Setelah bungaku

bunga bungaku, yang selalu tumbuh, segar merona, merekah
kemudian melayu, mengering, dan jatuh meluruh pada waktunya
menggenapi takdir ada, kemudian turut menjadi bumbu cerita waktu,
lalu mengabadi pesona dalam kenangan walau tak lagi merupa nyata
pernah kutanya mengapa kupilih kamu, mengapa tubuh kumbang ini
hinggap menyapamu, bergumul denganmu, mempermainkan sari-sarimu,
mengapa sekesiap hanya sekali tolehmu, aku merendahkan keperkasaan sayap kecil ini, [...]

Continue reading »

Sampai hari ini … (versi katanya)

katanya :
“..
Sampai saat ini wajahmu masih terukir indah dalam benakku
Sampai saat ini mendengar suaramu membuatku kehilangan kata-kata dan debar rasa
yang ( kukira ahli bahasa manapun tak sanggup menemukan padan katanya )
Kasih tahukah kamu bahwa rasa ini indah
dan aku menikmatinya
Kasih jangan setia bersama angin sepoimu
karena kutakut anginmu berubah menjadi badai
…”
thx sms puisinya

Continue reading »

Sampai hari ini

sampai hari ini,aku masih takut melihat wajahmu
sampai hari ini,aku masih takut mendengar suaramu
sampai hari ini,aku masih takut menghirup serupa parfummu
aku lebih suka pergi dan lupa
biarkan aku berteman sepoi anginku saja
wajahmu sudah melekat, kalau kulihat hanya akan menamparku lagi
suaramu sudah merekat, kalau kudengar hanya akan jadi duka ratapku lagi
serupa parfummu sudah akrab, kalau kuhirup kembali masihkah [...]

Continue reading »