+/
Kamulah terang yang membawa kelumit harap dalam gelap yang membutakan
Kamulah mimpi yang menjaga jiwaku terpejam dalam kedamaian
Kamulah jeda, spasi yang memisahkan hidup dan kehampaan
Bimbinglah aku
memaknai rasa dibalik pertanda tanpa bertanya-tanya
memahami jarak tanpa merasa menjadi pungguk
menumpu harap tanpa meminta dunia
Sadarkan aku, yang masih terlelap dari takdirMu
-/
Jika kamu rindu saat lalu itu, bukalah buku harianmu
mungkin masih kau salin puisi-puisiku dulu untukmu
goresan tinta itu tak pernah berubah
menjadi penanda yang nyaman untuk kita
saling kembali
Mana tanganmu jika masih ingin ku bimbing
walau sayapmu telah membawamu terbang ke angkasa
melihat awan-awan yang tiap hari hanya bisa kubayangkan
Mari kubimbing menikmati secangkir teh ini
di bawah pohon rindang kita
tempat ternyaman untuk kembali
bersemikan bunga-bunga cinta
Kusadari, senyummu adalah memeluk takdir-Nya untukmu sendiri
by Dina and me
Posted by rosepta on January 27, 2011 at 9:12 am
great thing whom i ever seen this morning…
Selamat pagi Tuhan…
ini masih aku lagi..
ini masih tentang keluh kesah yang tiba-tiba menyeruak dalam dada…
harusnya pagi ini aku merasa sangat sedih…
sangat masuk akal jika pagi ini aku ingin berteriak dan berlari…
pikiran ini masih dipenuhi mimpi yang seakan tak terbeli..
obsesiku untuk menjadi seperti sekarang ini harus ku bayar dengan berbagai masalah yg datang silih berganti…
Tuhan…
apakah ini yang dinamakan refleksi rasa sayangMu kepadaku…
atau mungkin ini salah satu dari ribuan punishment yang sengaja Kau siapkan sebagai ganjaran atas kenakalan2ku…
Tuhan…
aku memang bukan orang baik…
tapi…aku selalu berfikir untuk mencoba menjadi baik…
ku mulai dengan menjauhi laranganMu dan menjalankan sebagian kecil perintahMu…
Tuhanku yang Maha Baik…
aku berharap bahwa apapun yang kuanggap baik adalah baik juga menurutMu..
sehingga Engkaupun tak akan segan menganugrahkan segala kebaikan kepadaku….