Kupilih angin mauku

aku menyesal
masih bergunakah?
terserahlah..
aku juga bingung..

maksudku bukan menyakitimu
hanya aku tak mampu bilang iya padamu
maksudku bukan mengecewakanmu
hanya aku belum yakin akan perasaanku

aku mengerti kalau marah itu ada
kau juga tak salah biarkannya hadir diantara kita
aku tau maaf ini tak berguna
kau tak perlu menerimanya jika kau tak suka

sesal ini menggangguku
seolah tertawa meledekku
sedih ini menyapaku
seolah tau kekosongan dalam hatiku

aku diam aku jenuh aku bosan
perasaan ini tak bisa hilang
lalu apa yang harus kulakukan???
tertawa senang??

aku adalah diriku
aku ingin hidup dalam jalanku
aku ingin terbang dengan sayapku
… memilih alur angin mauku

bukankah dulu kau ungkapkan cinta padaku
karena pilihanku itu
pujimu dulu karena aku selalu gembira dengan kebebasan itu
aku bebas tertawa,
melotot, melirik,
meledek, marah,
menyindir
juga ngambeg ..
kudiamkan kamu

sampai setelah kamu kelimpungan
dan reda ngambeg-ku kuampuni kamu
lalu kusapa dirimu,”hai, masih mau jalan ?”

dan seperti nyala kembali cahaya hidupmu
katamu sapaku seperti sapa dewi dari taman firdausi
“gombal, tukang boong, tak mempan aku rayuanmu ..” tandas sepenuh hatiku

aku adalah diriku
aku ingin hidup dalam jalanku
aku ingin terbang dengan sayapku
… memilih alur angin mauku

bagaimana denganmu,
silakan aku tak ingin kamu memaksakan ikuti mauku
sepertiku bebaskan maumu, hasratmu, marahmu, keasyikanmu
pun jika itu berarti tak harus aku disisimu

itukah yang mengganggumu
karena aku tak sesuai harapanmu
agar aku sesuai dengan perkiraanmu
atas semua usaha-usaha kesetiaanmu
sehingga tegas keluhmu,”sampai kapan aku menunggu?”

aku tau
kamu menunggu kepastian
tapi kuminta pengertianmu
aku juga menunggu kepastian hatiku
sehingga tak kuragu lagi
melangkah denganmu dalam keyakinan

ini pilihanku
agar aku selalu bisa bebas memandang dunia
ini pilihanku
agar membebaskanmu juga menimbang serasi diriku dengan dirimu
ini pilihanku
dan aku tak ragu minta maafmu jika itu menganggumu

mungkin sesalku
menjadi sesak tangis
hanya karena tak terucap kata iya
mungkin kekonyolanku
menjadikan kosong cinta penghangatku
hanya karena kurang keberanianku

namun serupa pohon
butuh akar yang kuat untuk tegak berdiri
belum waktuku sanggup mengatakan itu

mengertikah kamu ?
bukan hak ku memintamu
karena anginmu mungkin punya arah yang beda

aku ingin menjadi diriku
aku ingin hidup dalam jalanku
aku ingin terbang dengan sayapku
… memilih alur angin mauku

By,

citta & me

Respond to this post