Rindu kamu (lagi)

aku rindu kamu
aku rindu aku rindu
aku memang rindu

sekejap saja
kemarin kau bolehkan aku melihat kamu
sekilas saja mata ini
sejuk memandang kamu
sejenak saja
kurekam momen-momen itu agar abadi selalu kukenang

ketika kamu tersenyum semanis manisnya
dan dada ini berdegup kencang, hati ini rasanya meleleh
dari beban beban rasa yang selama ini berkecamuk antara
sakit-perih-kangen-rindu-kesal-sebal-sesal-suka-sayang
entah apa namanya

“mari kita minum..” ajakmu
— aku setuju —

“minuman apa yang kau suka ..?” tanyamu lagi
— aku memandangimu mencari rasamu rasaku —

“cappucino ..” jawabku
“espresso ..? “ tawarmu
“tak sepahit itu ..” aku mengedip

“mengapa ?”
“karena masih kusisakan senyum jika mengenang kamu “

dan seperti biasa aku akan mendengar luncuran spontan
kalimat-kalimat ketidakpercayaanmu akan kalimat-kalimatku
tapi aku dan kamu tidak bicara dalam bahasa mulut
karena toh begitu banyak kalimat-kalimat meracau dari bibir mungilmu

hatimu berkata satu
hatimu keras mengucap satu
hatimu membuatmu berlari padaku
— ingin kembali padaku —

setelah waktu, jarak, dan keegoisan masing-masing
membuat warna antara aku dan kamu

bagaimana dengan aku
bagaimana dengan kamu

dimana kita akan membangun rumah ternyaman
bernama cinta ?

by fixshine

Respond to this post