dari sekian yang pergi
kamu begitu saja datang
aku hanya menyapa
kamu begitu saja hadir
aku hanya membukakan pintu
kamu menghidangkan warna pada sepi hatiku
aku terbiasa berteman angin
kamu menemaniku
aku tak meminta
kamu mau begitu saja maumu
jangan meminta banyak dariku
jangan meminta bintang dariku
jangan meminta bunga terindah dariku
namun jika memang teman hidupku
jangan pergi jangan pergi jangan pergi
meski hati ini menyimpan abadi selalu tentangmu
by [...]
Archive for May, 2009
23 May
Dan begitu saja
17 May
Kembali padaku
kamu yang datang dari masa lalu
yang dulu kukira hanya bunga
yang tlah luruh, tlah menjelma pada raga yang lain,
tlah terpetik menghias vas keindahan ruang – ruang entah dimana
.. sekarang kamu benar benar datang begitu saja
merupa raga yang kukenal, menipiskan senyum yang membuat waktuku terhenti
dan memang berhenti, seperti dulu janjiku padamu menyederhanakan waktu hanya
dengan diam dan memandang [...]
15 May
Setelah bungaku
bunga bungaku, yang selalu tumbuh, segar merona, merekah
kemudian melayu, mengering, dan jatuh meluruh pada waktunya
menggenapi takdir ada, kemudian turut menjadi bumbu cerita waktu,
lalu mengabadi pesona dalam kenangan walau tak lagi merupa nyata
pernah kutanya mengapa kupilih kamu, mengapa tubuh kumbang ini
hinggap menyapamu, bergumul denganmu, mempermainkan sari-sarimu,
mengapa sekesiap hanya sekali tolehmu, aku merendahkan keperkasaan sayap kecil ini, [...]
15 May
Sampai hari ini … (versi katanya)
katanya :
“..
Sampai saat ini wajahmu masih terukir indah dalam benakku
Sampai saat ini mendengar suaramu membuatku kehilangan kata-kata dan debar rasa
yang ( kukira ahli bahasa manapun tak sanggup menemukan padan katanya )
Kasih tahukah kamu bahwa rasa ini indah
dan aku menikmatinya
Kasih jangan setia bersama angin sepoimu
karena kutakut anginmu berubah menjadi badai
…”
thx sms puisinya
14 May
Sampai hari ini
sampai hari ini,aku masih takut melihat wajahmu
sampai hari ini,aku masih takut mendengar suaramu
sampai hari ini,aku masih takut menghirup serupa parfummu
aku lebih suka pergi dan lupa
biarkan aku berteman sepoi anginku saja
wajahmu sudah melekat, kalau kulihat hanya akan menamparku lagi
suaramu sudah merekat, kalau kudengar hanya akan jadi duka ratapku lagi
serupa parfummu sudah akrab, kalau kuhirup kembali masihkah [...]
Recent Comments