Archive for July, 2008

Menyerbuku

kamu sudah melihatku dari ujung sana
kamu sudah memperlihatkan dirimu sejak kau hadir
kamu sudah melambaikan tanganmu untukku tanpa ragu
kamu sudah memandangku pasti pada kedua belah mataku
kamu sudah memegang kedua tanganku sekarang
… lalu dalam diam kudengar darimu ” …. tiada keraguan untukku “
sorot itu tak pernah kutolak
mana bisa kutolak hadir begitu saja
sorot itu selalu menusuk begitu saja
mana [...]

Continue reading »