Archive for April, 2008

Cukup alasan

“ Bunda, lihat itu … makanannya tidak dihabiskan “
Sasya kecil menunjuk-nunjuk sebuah piring di salah satu meja warung. Bunda tertegun sejenak, apa gerangan yang membuat putri kesayangannya begitu memperhatikan. Mengikuti arah telunjuk Sasya kecil, tampak oleh Bunda sebuah piring, dengan nasi tersisa sedikit, lauk ayam goreng yang baru termakan setengah, sedikit kuah sayur yang [...]

Continue reading »

Ha-pe temanku

Aku mengenali dering handphone itu.
Milik temanku. Teman baikku, yang sederhana, yang tak pernah memandang harta sebagai kebanggaan, apalagi mengejarnya “ngoyo”. Handphone yang selalu dibanggakannya. Selalu saja dari mulutnya keluar cerita-cerita tentang kehebatan ha-pe yang makin butut digerogoti akumulasi penurunan nilai jual itu. Keypad sudah memburam dikatakannya keren karena hanya jari-jemarinya dia yang hafal letak hurufnya. [...]

Continue reading »

dan…

aku tak bisa melukiskan lagi
terlalu senang
setelah lama menunggu waktu
kadang hanya perlu sederhana
berjuang menunggu waktu
hanya itu

Continue reading »